Random Pics – United States 2017

IMG_1582IMG_1584IMG_1592IMG_1627DSCF1491DSCF1492DSCF1539DSCF9181DSCF9273DSCF9292DSCF9386DSCF9421DSCF9425DSCF9528DSCF0004DSCF0035DSCF0153DSCF0196DSCF0229DSCF0288DSCF0297DSCF0330DSCF0441DSCF0462DSCF0530DSCF0593DSCF9778DSCF9837DSCF9871DSCF9890DSCF9923

Advertisements

6 Weeks Fellowship in US (Fun, Teary and Unforgettable Moment!) #1

Assalamualaikum!

Hi, back with me again! Setelah postingan banyak yang kepending karena sibuk selama di US, now I want to share everything about my life during 6 weeks in United States. Yang pasti semuanya super duper menyenangkan, ada air matanya juga, dan yang pasti tak terlupakan!

So, mari kita mulai dari cerita saya menapakkan kaki pertama kali di United States…

27 April 2017

Setelah mabok udara karena terbang hampir 25 jam dari Jakarta – Narita – Denver – Washington, finally sesampainya di Washington kami sudah dicarterkan bus oleh ICMA menuju Arlington suites! Yep, kami bakal stay di Arlington suites selama orientasi! Yey! Dari Washington Dulles airport menuju Arlington lumayan jauh juga, sekitar 45 menitan. Duh padahal badan udah rasa remuk dan pengen cepat2 sampe hotel dan tidor! Fyi, Arlington suites itu semacam private hotel and residences yang menyediakan kamar mewah beserta isinya yang lengkaaap! Ada kitchennya, ruang tamunya, lengkap dehhh! Saya sih super happy karena ada dapurnya, jadi malem2 kalo laper biar bisa masak indomie hahaha

Sesampainya di Arlington, udah hampir tengah malam, dan karena saya udah capek banget saya langsung menuju kamar di lantai 10. Ternyata sudah ada temen sekamar saya yang sampe duluan. Dia dari Laos dan namanya Maiyer. Kami ga sempet ngobrol panjang karena udah sama2 capek (Maiyer juga baru sampe beberapa jam sebelum saya). Ya udah time to sleepppp… bersiap menghadapi esok hari!

1ST Day of Orientation

Hari pertama saya bangun terlalu pagi, ya karena tubuh masih mencoba menyesuaikan dengan perbedaan waktu 11 jam, maka saya kebangun pagi banget dan langsung kepikiran untuk jogging alias melihat2 sekitar Arlington haha skalian cuci mata juga yesss! Sehabis jogging keliling2 Arlington, saya pun balik ke hotel, ngopi sebentar dan siap2  mengikuti orientasi 🙂

Baru masuk ke ruangan orientasi udah disambut dengan tumpukan file yang berisi ucapan selamat datang di Washington DC, serta penjelasan program fellowship ini. Saya juga bertemu rekan2 dari 9 negara lain di Asia Tenggara. Tapi gak cuma kenalan dengan teman2 yang hebat, kami juga dibekali ilmu dari para speakers2 yang dihadirkan oleh ICMA. Para speakers ngasih paparan tentang how to deal with American culture, how to adapt di lingkungan kerja di Amerika, gimana sistem pemerintahan di sana, dan hal2 lain yang pastinya akan berkaitan dengan fellowship kami selama 6 minggu.

Selain itu ada juga kaya how-to-solve a case related to environmental issue and legislative governance (karena ICMA menghandle dua tema itu). Pokoknya seruuu! 😀

20170427_214537
My file! Greetings from ICMA
Capture
Some of the ICMA fellows
20170428_002752
Salah satu sesi pagi di orientasi hari 1

Selesai sesi pertama, perut keroncongan.. Ngarepnya ada snack macam lapis legit, risoles sama keripik kaya di Indonesia, tapi nihil haha.. Cemilan yang ada cuma bagel and cheese, jadi ya udahlah ya daripada kelaperan

20170428_012947
Bagel and cheese penolong saat laper!

Lanjut sesi ke-2, kami mulai digabung sesuai dengan tema masing2. Dan karena saya ada di tema Environment, jadi harus catch-up dengan teman2 di grup Environment dari 10 negara di Asia Tenggara. Kami juga harus menyiapkan video project yang akan ditampilkan nanti di Professional Fellows Congress ketika fellowship kami sudah selesai. Seru bangettt, diskusi soal tema video yang akan dibuat, kaya apa kami bakal mem-present video nya, de el el.. haha 😀

20170428_051136
Diskusi soal video project
IMG_3336
Environmental Sustainability team from Southeast Asia!

Orientasi berlangsung sampe sore, which is artinya malem kami bebas mau jalan kemana aja, yeaaay! Tapi, malam itu kami gak bisa puas2in keliling Washington DC. Karena kami diajak sama untuk ikutan acara YSEALI – Cultural Vistas Seeds for the Future di headquarternya. Acara itu dihadiri oleh banyak rekanan YSEALI, termasuk Atase Pendidikan Indonesian di Washington DC. Yeaaay keren!

Capture
Dengan Bapak Atase Pendidikan Indonesia di Washington DC
20170428_091314
Hello from Washington DC

Selesai acara pastinya kami semua (Indonesian fellows) cuss jalan2. Ya ke Chinatown, ya ke National Mall, de el el.. And here are the glimpse of pictures of DC

20170428_093448(0)
Jalanan di Chinatown at night
20170428_094959
Chinatown station before taking the train
20170428_102256
Fellows in National Mall 🙂
20170428_111815
Di kereta, mau balik ke hotel

Asli hari pertama di DC, saya pegeeellll banget! Orientasi sampe sore, lanjut acara Seed for the Future dan jalan2 malem. Tapi beneran, hepiiii banget. Feel so amazinggg! Bisa sampe ke DC dan melihat semua kemegahan US melalui negara bagian Washington DC. Berasa mimpi gak? Pasti! Di sisi hati saya terdalam, saya bersyukur banget bahwa Allah kasih kesempatan ini di hidup saya. Gak semua orang bisa ke DC, for free lagi 🙂

Keseruan hari pertama is just the beginning, tunggu keseruan berikutnya yaaa.. Karena on the next day, saya dan teman2 bakalan ke Georgetowwwnnn!!! Yeaaaaayyy 😀

Tunggu postingan selanjutnya ya!

Long Flight to Washington!

Assalamualaikum.

Yuks kita lanjut postingan kemarin!

***

Setelah penantian yang cukup lama menunggu Rabu Subuh, finally teman saya sampai juga di airport. Namanya Mbak Ratna dan dia juga fellows dengan tema yang sama dengan saya, yaitu Environmental Sustainability. Tapi fokusnya beda. Kalau saya lebih ke flood management, dia lebih ke renewable energy. And yes, both of us is the latest group to go. Hahahaa di saat teman2 lain sudah ada yang sampai di United States, kami masih harus mengantri di bandara, membawa koper yang segede gaban, serta membayangkan perjalanan yang sangat lama… Ohya, untuk penerbangan menggunakan ANA Air dan United Airlines, koper saya dibatasi hanya boleh 23 kilo saja. Kenapaaaa??? Karena penerbangan saya bukan cuma di rute ini saja. Saya juga akan pergi ke San Fransisco dan Oregon di minggu kedua. Jadi, untuk penerbangan antar states hanya boleh segitu (23 kilo). So bagi teman2 yang mau memakai penerbangan yang sama dengan saya, please make your things in the luggage very compact!

Selesai proses check-in, saya dan teman saya menuju imigrasi. Di imigrasi ga ada halangan apapun. Karena visa Amerika beserta dokumen lain saya lengkap. Ohyaaa, untuk berangkat ke US saya memakai visa J1. Mau tau apa itu visa J1, bisa klik melalui link ini ya -> https://j1visa.state.gov/

Dan walopun lelah mengurus koper dan backpack segede gaban, saya dan Mbak Ratna sempetin wefie juga dong, cekrek! Hihi…

20170426_033107
Wajah2 happy dan deg2an, siap2 mabok di pesawat

And yep, It’s a long long journeyyy…

Kalimat itulah yang terlintas di benak saya ketika mengetahui bahwa boarding pass di tangan saya menunjukkan rute yang sangat jauh. Ya. Sangat jauh! Saya harus terbang dari Jakarta ke Narita selama 8 jam, kemudian transit, kemudian menempuh penerbangan Narita ke Denver selama 11 jam, kemudian transit (lagi?!) dan dari Denver menuju Washington DC selama lebih kurang 5,5 jam! Owemjiii! Glek, ini perjalanan lewat udara saya yang paling lama… Ke Eropa bahkan ga seekstrim ini. I’ve been to Netherlands and United Kingdom, tapi masing2 perjalanan itu durasinya kurang dari 17 jam. Duuuh, siap2 mabok di pesawat!

Tapi karena tekad sudah sekuat baja, perjalanan ini harus ditaklukkan!!! Bismillahhh! Lets gooo…

20170426_040210
Jakarta – Narita – Denver – Washington DC

Selama di perjalanan Jakarta – Narita, energy saya masih full walaupun tidak tidur semalaman. Karena perjalanan cukup lama, saya memilih untuk membaca buku, dan ketika kepala saya sudah mulai pusing, saya mulai mencoba untuk tidur. Tapi tahu sendiri kan kalau tidur dalam posisi duduk (yah walopun seat pesawat bisa direbahkan sedikit) tidak akan nyenyak.. 1 jam tertidur kemudian saya menonton film yang disediakan di in-flight entertainmentnya. Bosan menonton, kebetulan makanan datang. Uhm, ketika baru masuk pesawat tadi sudah diberikan snack sih tapi saya lupa memfotonya hihi… Dan yeah, kinda disappointing… Ga seenak makanan di GA ya.. secara ini penerbangan milik ANA Air (Jepang punya), jadi I didn’t like it a lot (secara kesukaan saya adalah NASI PADANGGG! Haha). Ada salad, mie dingin ala jepang (yg warnya putih itu), kemudian potongan buah, roti, dan menu utamanya ada nasi dengan grilled chicken teriyaki. Tapi karena gak mau masuk angin, sayapun makan pelan2, dan ujung2nya abis juga 😀

20170426_072633
Meals in ANA Air

Kelar makan, saya lanjut nonton lagi, dan perjalanan masih sekitar 3,5 jam lagi. Huaaah… then I tried to sleep, tapi pas mau tidur lagi, saya sempat melihat ke arah jendela, and I feel amazing, langit di luar cantik banget! Awan2 dan langit seakan menyatu membuat gradasi warna yang sungguh membuat perasaan tenang. Ya ALLAH, indah sekali langit ciptaanMu.. :’)

Kalau udah mandang langit begini, jadi suka malu sama Allah, masih belum total jadi ummatNya yang baik. Masih suka telat sholat, pas Adzan ga langsung wudhu, tapi main hape dulu. Padahal nikmat Allah sebesar ini terhadap saya… Huah, mellow langsung. Terus kalo liat langit jadi inget kenangan2 masa lalu, yang indah, yang bikin sedih, yang bikin terluka… Duh, banyak. But its kinda reflection and I love to see clouds and sky 🙂

20170426_105025
Look at the clouds and sky. Perfect!

Setelah menempuh perjalanan lebih kurang 7,5 jam, akhirnya saya sampai juga di Narita, yeay! Karena waktu lay-over alias transit saya di Narita cum 1,5 jam saya harus buru2 ke gate selanjutnya untuk cuusss menuju Denver. Tapi sebelum itu, pose di depan tulisan “welcome to Japan” menjadi sesuatu yang wajib!

20170426_141046
Welcome to Japan 😉

Setelah sempet foto sebentar, saya dan teman saya bergegas menuju gate selanjutnya. Ya, pesawat menuju Denver sebentar lagi akan boarding. Fuuuih, mari berlariiii!

Setelah ngos2an karena berlari, perasaan sedikit lega karena masih ada waktu 5 menit lagi sebelum gate tutup. Alhamdulillah. Duh! Coba kalo telat sedikit, gawatt… Saran saya, jangan pilih waktu lay over singkat di Narita, karena banyak banget toko2 duty free dan butik2 yang bisa dikunjungi. Pilihlah lay-over atau transit yang lama hahaha… Lahhh? Kenapa saya ga bisa transit lama? Yah karena tiketnya dibelikan pihak US, jadi mungkin mereka paham, 2 perempuan asal Indonesia ga bisa dibiarkan lama2 di bandara Narita, karena bisa kalap haha… 😀

Memasuki pesawat, dan inilah yang sebenarnya! The real journey is about to begin! Dari Narita ke Denver (Colorado) saya harus menempuh perjalanan selama 11 jam. Mabooook!

Dari Narita menuju Denver saya benar2 letih, karena tidak tidur semalaman di Soetta, ditambah lagi karena habis berlari2 mengejar pesawat. Jadi selama perjalanan saya banyak tidur hihi… Film di in-flight entertainment pun gak banyak saya tonton.. Intinya most of my time was sleepinggg… Lumayan biar energy kekumpul lagi 🙂

Narita to Denver was my super crazy trip! Selain karena ga ada transit2, juga karena di pesawat lumayan hectic. Di sekitar saya duduk ada orang Thailand dan orang India yang ngobrol dan sedikit ribut, yahh mungkin karena mereka perginya berkelompok, jadi heboh. Uhm, saya juga kalo pergi bersama rombongan pasti ribut haha. Ya udahlah cus lanjut tidur lagi…

Setelah 11 jam……

Finally, touched down Denver! Alhamdulillah.. Pesawat landingnya lumayan smooth. Walo badan rasanya pegel banget dan pengen rebahan di kasur hihi… Pertama kali yang saya lakukan pas landing adalah ke ngambil bagasi saya. Pasti pada nanya deh, loh kan pesawatnya sama, kenapa harus ambil bagasi? Jadi gini, ketika memasuki wilayah United States, pertama kali landing kita harus mengambil barang2 kita kemudian di cek oleh petugas bandara, kemudian menuju imigrasi. Nah disini ini kerempongan mulai terjadi.

So, ketika ambil bagasi dan kembali melakukan pengecekan lewat mesin scan yang disediakan, koper saya ternyata gak smooth dan harus dibuka oleh petugas. Because of what??? They saw rendang singkong, sambel and indomie in my luggage. Hahaha… Iyaa, jadi begitu ada sesuatu yang aneh2 langsung deh di-kepo-in sama petugasnya. Terpaksalah koper gede saya dibuka, dan dicek satu2. Saya sih anteng aja, prinsip saya, kalo rendang dan indomie nya lolos Alhamdulillah, kalo gak ya.. harus survive 6 minggu tanpa indomie! Hahaha…

Petugas kemudian nanya2, ini apa, trus kemasannya diraba2 sama mereka. Saya bilang aja bahwa itu makanan, ada cassava rendang (untung dia kagak tau apaan hihi) sama instant noodle and chili sauce. Setelah dijelasin selamatlah barang2 saya. Nyaris indomie saya tinggal di Denver hahhaa… Gak relaaa… Itu obat kangen!!! Temen saya lebih parah, kopernya juga dibongkar abis. Jadilah kami berdua rempong ngurusin koper setelah pemeriksaan selesai. Saya sih mikirnya, its a part of my journey and I have to deal with it!

Bagasi aman dan kembali check-in, kamipun menuju imigrasi. Di imigrasi sih aman sentosa karena kebetulan di dalam paspor dan visa saya terdapat form DS 2019, form itu adalah senjata pamungkas yang menyatakan bahwa saya diundang ke US untuk fellowship yang diadakan oleh pemerintah US. Jadi smooth deh segala urusan, Alhamdulillah!

20170427_032419
Welcome to Denver, Colorado 🙂

Dari Denver ke Washington saya akan menempuh penerbangan selama 4,5 – 5 jam. Ya Tuhan masih lama… Haha ya sudahlah ya… Mari semangattt, sebentar lagi sampe Washington DC! 😉

20170427_043902
Washington DC, am coming!

Selama di pesawat menuju Washington, surprisingly pemandangan dari jendela pesawat super indah! Ngeliat yang ijo2 juga trus ada kaya padang pasir gitu (mungkin daerah kering gitu kali ya). Pokoknya its amazing! Saya rasa, Yang Maha Kuasa bukan hanya melukis bumi nusantara dengan indah, namun semua jengkal bumi ini. Saya sungguh gak menyangka akan memandang semua hal2 indah ini di hidup saya 🙂

20170427_063631
Snacking in the plane!
20170427_083357
Washington DC from 5000 feet!

Finally, am touched down Washington! Matahari senja udah menyambut (eh bukan senja juga sih, di Washington udah malem diiinggg!). Secara siangnya di Amerika lebih lama, jadi jam 9 malam matahari baru akan tenggelam hihi.. Kebayang besok puasa kaya gimana cyyyin 😀

20170427_085220

Alhamdulillah Jakarta – Narita – Denver – Washington telah dilalui dengan selamat! Dan selanjutnya bersiap untuk orientasi! Yaayyy, ga sabar untuk berbagi cerita ke teman2 semua tentang orientasi fellowship dan ambience di Washington DC. Tunggu yaaaa ❤

 

A Glimpse of Story Before Heading to United States

Assalamualaikum!

Ini sepenggal cerita sebelum saya berangkat ke United States hari Rabu yang lalu, happy reading!

***

United States, akhirnya saya berkunjung ke Negara adidaya itu. Its truly like a dream, dan itu sudah pernah saya tulis di postingan2 sebelumnya. Ya, mimpi. Sebuah mimpi yang pada akhirnya menjadi kenyataan. Tapi, apa mimpi itu semudah itu untuk diwujudkan? Of course nooo… I experienced lots of things, gagal.. berhasil.. sebenarnya adalah suatu siklus yang biasa dalam hidup. Once you fell-down, two times you get-up.. twice you fell-down… third times you get-up…

Hahahaaa oke, udahan mukadimahnya. Mari kita mulai cerita saya menuju United States, tepatnya Washington DC, yang totally exhausted but fun!

***

Sebenarnya, hari Rabu (26 April 2017) selepas Subuh, tepatnya jam 6.15 adalah waktu keberangkatan saya ke US. Tapiiii, berhubung hari sebelumnya (Selasa malam) saya harus mengantarkan Mama pulang ke Padang melalui Terminal 3 Garuda Indonesia, jadilah saya stay di bandara aja. Yes, tanggung rasanya kalo saya mau balik ke Salemba (kos’an saya). Selain gak efisien, ga mungkin juga saya 3 jam sebelumnya alias jam 3 pagi kucluk2 ke bandara sendirian. Takut cyiiin hahaha…

Then, singkat kata, setelah berpisah sama Mama yang berangkat dengan Garuda jam 8 malam, saya naik shuttle bus menuju Terminal 2 tempat pesawat saya akan berangkat.

Di shuttle bus, ummat manusia ramenya Audzubillah.. mungkin karena waktu itu terjepit banget ya, diapit oleh long weekend, jadi dimana2 hectic. Belum lagi, ketika saya turun dari shuttle bus, banyak Jemaah umroh yang bergerombol menunggu keberangkatan. “God, bandara udah kaya pasar”, pikir saya waktu itu.

Ketika saya melihat jam di pergelangan tangan kiri, saya Cuma bisa menarik napas. Soalnya masih jam 20.30 yang artinya masih lama banget menuju jam 6 subuh. And that means, saya bakal bobok cantik di bandara. Hahahhaa… Well, yeah kalo di bandara Changi saya nginep sih gapapa, super spacious and comfy, lah Terminal 2 Soetta.. wew, you can imaginelah, its still old-terminal dan totally ga safe untuk perempuan *thumbs down!*

Akhirnya saya melipir masuk ke Old Town White Coffee, mau cari minuman seger aja, setelah seharian panas2an dari rumah ke bandara. Disana, saya pesenlah black tea with lemon, kemudian saya mencari tempat duduk yang ada colokannya. Maksud hati waktu itu sekalian mau balas2in email soal kerjaan, nyelesein aplikasi beasiswa saya, dan browsing2. Tapi ternyata disana colokannya Cuma ada 1 bijiii! Itu juga udah dikuasai oleh orang lain. Fine pikir saya, saya bisa duduk di bangku tengah aja, tanpa colokan.

Gak brapa lama menunggu, minuman saya pun datang, dan saya mulai minum. Tapiiii… I felt so uncomfy, karena di Old Town White Coffee itu panassssssssssssssss banget! Ada sih standing ACnya, but it worst! Itu kafe bener2 gak recommended untuk waiting station. Beuh, I felt so sucks! Setelah menghabiskan lemon tea, sayapun melipir, ga tahanlah di kafenya panas banget. Trus akhirnya saya keluar cari troli untuk naruh koper sebesar gaban dan tas punggung yang beratnya amit2. Pas ketemu trolinya, perasaan sedikit lega karena beban sedikit berkurang. Pheww.. saya pun merencanakan duduk di salah satu bangku yang deket dengan AC, tapi ternyata semua bangku di-okupasi sama orang lain beserta tasnya!!! Kebiasaan orang kita adalah, jika dia duduk di satu bangku, maka bangku sebelahnya diperuntukkan bagi tas atau barang2 dia, sumpah menyebalkan. It means, you did not allow others to sit there, aite? Huuuah daripada saya merong2, akhirnya saya melipir lagi ke KFC untuk makan. Ya, saya belum makan dari sore, padahal sudah jam 21.30. perut mulai keroncongan dan berteriak minta diisi.

Sampe di KFC, saya memesan yang standar aja, nasi sama ayam plus kentang. Udah gitu aja sambil menunggu subuh datang hahhaa… kemudian mulai makan, and you knowlah KFC tastes so sooo.. ga nampol, dan sayapun juga ga betah lama2 disana. Jam 10 malam, ketika KFC mau tutup saya mutusin keluar dari sana. Dan makin malam, tempat makan di sepanjang Terminal 2 makin sepi… Huahhh… jam 6 pagi masih lama yaaa 😦

Cabut dari KFC saya mulai duduk di bangku2 yang masih kosong sambil main hape, ngecek2 facebook, instagram, path dan email sampe muak! Mau buka blog di lappy, ga ada batre, Ya Tuhan I felt so devastated.. jam 6 masih lama. Mau kontak Mama Papa udah malem, dan Mama pasti baru nyampe Padang banget, masih sibuk sama bagasi pesawatnya… Mau nelpon sahabat2 saya, hari udah malam, pasti udh pada molor. Then Im alone. Doing nothing. Like an idiot. Im bored…

20170426_024111
Wajah capek, ngantuk dan bosen. Tapi masih sempet selfie haha

Setelah bosen duduk sekitar 1,5 jam, saya pun haus dan rasanya butuh minuman yang anget. Kemudian saya cari2 tempat makan yang buka 24 jam. Setelah keliling2 dengan troli, akhirnya saya ke AW. Rencananya kesana mau nanya dulu.. apakah ada colokannya.. apakah bukanya 24 jam.. dan sebagainyaaa pokoknya standard questions for anak2 muda nongkronglah wkwkw..

Dan ternyata… AW is my savior. Yipppiiieee… AW di Terminal 2 bukanya 24 jam, ada colokan di pojok2 restoran, dan yang pasti tempatnya terangggg cihuy! Pas banget buat nunggu. Saya saranin kesana aja ya guys kalo mau nunggu pesawat hahahaa *jadi iklaaan deh

Di AW saya pesen hot green tea latte, mayan buat ngusir udara malam yang makin dingin. Kemudian sayapun buka lappy dan mencoba nyelesein aplikasi beasiswa yang waktunya udah makin mepet. Sambil ngerjain kerjaan kantor, beserta pertanggungjawaban lapangan yang Medan kemarin. And yes, time flies fast kalo kita sibuk ama kerjaan hihi ga berasa udah jam 3 pagi aja, yeaaayyyy!

Brarti bentar lagi temen saya dateng! Ya saya berangkat ke US bareng salah satu fellows, dia kerja di GIZ. Alhamdulillah ada temennya, kemarin ke UK kan udah solo karir berangkat sendirian wkwkwk…

Terus setelah itu gimanaaa??? Huehehehee… mau tau kelanjutannya? Gimana proses check-in, secara this is the longest journey I’ve ever had… gimana di pesawatnya, apakah nyaman? Apakah pinggang saya sampe encok2? Wkwkkw kalo mau tau stay tune terus yaaaa 😀