Long Flight to Washington!

Assalamualaikum.

Yuks kita lanjut postingan kemarin!

***

Setelah penantian yang cukup lama menunggu Rabu Subuh, finally teman saya sampai juga di airport. Namanya Mbak Ratna dan dia juga fellows dengan tema yang sama dengan saya, yaitu Environmental Sustainability. Tapi fokusnya beda. Kalau saya lebih ke flood management, dia lebih ke renewable energy. And yes, both of us is the latest group to go. Hahahaa di saat teman2 lain sudah ada yang sampai di United States, kami masih harus mengantri di bandara, membawa koper yang segede gaban, serta membayangkan perjalanan yang sangat lama… Ohya, untuk penerbangan menggunakan ANA Air dan United Airlines, koper saya dibatasi hanya boleh 23 kilo saja. Kenapaaaa??? Karena penerbangan saya bukan cuma di rute ini saja. Saya juga akan pergi ke San Fransisco dan Oregon di minggu kedua. Jadi, untuk penerbangan antar states hanya boleh segitu (23 kilo). So bagi teman2 yang mau memakai penerbangan yang sama dengan saya, please make your things in the luggage very compact!

Selesai proses check-in, saya dan teman saya menuju imigrasi. Di imigrasi ga ada halangan apapun. Karena visa Amerika beserta dokumen lain saya lengkap. Ohyaaa, untuk berangkat ke US saya memakai visa J1. Mau tau apa itu visa J1, bisa klik melalui link ini ya -> https://j1visa.state.gov/

Dan walopun lelah mengurus koper dan backpack segede gaban, saya dan Mbak Ratna sempetin wefie juga dong, cekrek! Hihi…

20170426_033107
Wajah2 happy dan deg2an, siap2 mabok di pesawat

And yep, It’s a long long journeyyy…

Kalimat itulah yang terlintas di benak saya ketika mengetahui bahwa boarding pass di tangan saya menunjukkan rute yang sangat jauh. Ya. Sangat jauh! Saya harus terbang dari Jakarta ke Narita selama 8 jam, kemudian transit, kemudian menempuh penerbangan Narita ke Denver selama 11 jam, kemudian transit (lagi?!) dan dari Denver menuju Washington DC selama lebih kurang 5,5 jam! Owemjiii! Glek, ini perjalanan lewat udara saya yang paling lama… Ke Eropa bahkan ga seekstrim ini. I’ve been to Netherlands and United Kingdom, tapi masing2 perjalanan itu durasinya kurang dari 17 jam. Duuuh, siap2 mabok di pesawat!

Tapi karena tekad sudah sekuat baja, perjalanan ini harus ditaklukkan!!! Bismillahhh! Lets gooo…

20170426_040210
Jakarta – Narita – Denver – Washington DC

Selama di perjalanan Jakarta – Narita, energy saya masih full walaupun tidak tidur semalaman. Karena perjalanan cukup lama, saya memilih untuk membaca buku, dan ketika kepala saya sudah mulai pusing, saya mulai mencoba untuk tidur. Tapi tahu sendiri kan kalau tidur dalam posisi duduk (yah walopun seat pesawat bisa direbahkan sedikit) tidak akan nyenyak.. 1 jam tertidur kemudian saya menonton film yang disediakan di in-flight entertainmentnya. Bosan menonton, kebetulan makanan datang. Uhm, ketika baru masuk pesawat tadi sudah diberikan snack sih tapi saya lupa memfotonya hihi… Dan yeah, kinda disappointing… Ga seenak makanan di GA ya.. secara ini penerbangan milik ANA Air (Jepang punya), jadi I didn’t like it a lot (secara kesukaan saya adalah NASI PADANGGG! Haha). Ada salad, mie dingin ala jepang (yg warnya putih itu), kemudian potongan buah, roti, dan menu utamanya ada nasi dengan grilled chicken teriyaki. Tapi karena gak mau masuk angin, sayapun makan pelan2, dan ujung2nya abis juga 😀

20170426_072633
Meals in ANA Air

Kelar makan, saya lanjut nonton lagi, dan perjalanan masih sekitar 3,5 jam lagi. Huaaah… then I tried to sleep, tapi pas mau tidur lagi, saya sempat melihat ke arah jendela, and I feel amazing, langit di luar cantik banget! Awan2 dan langit seakan menyatu membuat gradasi warna yang sungguh membuat perasaan tenang. Ya ALLAH, indah sekali langit ciptaanMu.. :’)

Kalau udah mandang langit begini, jadi suka malu sama Allah, masih belum total jadi ummatNya yang baik. Masih suka telat sholat, pas Adzan ga langsung wudhu, tapi main hape dulu. Padahal nikmat Allah sebesar ini terhadap saya… Huah, mellow langsung. Terus kalo liat langit jadi inget kenangan2 masa lalu, yang indah, yang bikin sedih, yang bikin terluka… Duh, banyak. But its kinda reflection and I love to see clouds and sky 🙂

20170426_105025
Look at the clouds and sky. Perfect!

Setelah menempuh perjalanan lebih kurang 7,5 jam, akhirnya saya sampai juga di Narita, yeay! Karena waktu lay-over alias transit saya di Narita cum 1,5 jam saya harus buru2 ke gate selanjutnya untuk cuusss menuju Denver. Tapi sebelum itu, pose di depan tulisan “welcome to Japan” menjadi sesuatu yang wajib!

20170426_141046
Welcome to Japan 😉

Setelah sempet foto sebentar, saya dan teman saya bergegas menuju gate selanjutnya. Ya, pesawat menuju Denver sebentar lagi akan boarding. Fuuuih, mari berlariiii!

Setelah ngos2an karena berlari, perasaan sedikit lega karena masih ada waktu 5 menit lagi sebelum gate tutup. Alhamdulillah. Duh! Coba kalo telat sedikit, gawatt… Saran saya, jangan pilih waktu lay over singkat di Narita, karena banyak banget toko2 duty free dan butik2 yang bisa dikunjungi. Pilihlah lay-over atau transit yang lama hahaha… Lahhh? Kenapa saya ga bisa transit lama? Yah karena tiketnya dibelikan pihak US, jadi mungkin mereka paham, 2 perempuan asal Indonesia ga bisa dibiarkan lama2 di bandara Narita, karena bisa kalap haha… 😀

Memasuki pesawat, dan inilah yang sebenarnya! The real journey is about to begin! Dari Narita ke Denver (Colorado) saya harus menempuh perjalanan selama 11 jam. Mabooook!

Dari Narita menuju Denver saya benar2 letih, karena tidak tidur semalaman di Soetta, ditambah lagi karena habis berlari2 mengejar pesawat. Jadi selama perjalanan saya banyak tidur hihi… Film di in-flight entertainment pun gak banyak saya tonton.. Intinya most of my time was sleepinggg… Lumayan biar energy kekumpul lagi 🙂

Narita to Denver was my super crazy trip! Selain karena ga ada transit2, juga karena di pesawat lumayan hectic. Di sekitar saya duduk ada orang Thailand dan orang India yang ngobrol dan sedikit ribut, yahh mungkin karena mereka perginya berkelompok, jadi heboh. Uhm, saya juga kalo pergi bersama rombongan pasti ribut haha. Ya udahlah cus lanjut tidur lagi…

Setelah 11 jam……

Finally, touched down Denver! Alhamdulillah.. Pesawat landingnya lumayan smooth. Walo badan rasanya pegel banget dan pengen rebahan di kasur hihi… Pertama kali yang saya lakukan pas landing adalah ke ngambil bagasi saya. Pasti pada nanya deh, loh kan pesawatnya sama, kenapa harus ambil bagasi? Jadi gini, ketika memasuki wilayah United States, pertama kali landing kita harus mengambil barang2 kita kemudian di cek oleh petugas bandara, kemudian menuju imigrasi. Nah disini ini kerempongan mulai terjadi.

So, ketika ambil bagasi dan kembali melakukan pengecekan lewat mesin scan yang disediakan, koper saya ternyata gak smooth dan harus dibuka oleh petugas. Because of what??? They saw rendang singkong, sambel and indomie in my luggage. Hahaha… Iyaa, jadi begitu ada sesuatu yang aneh2 langsung deh di-kepo-in sama petugasnya. Terpaksalah koper gede saya dibuka, dan dicek satu2. Saya sih anteng aja, prinsip saya, kalo rendang dan indomie nya lolos Alhamdulillah, kalo gak ya.. harus survive 6 minggu tanpa indomie! Hahaha…

Petugas kemudian nanya2, ini apa, trus kemasannya diraba2 sama mereka. Saya bilang aja bahwa itu makanan, ada cassava rendang (untung dia kagak tau apaan hihi) sama instant noodle and chili sauce. Setelah dijelasin selamatlah barang2 saya. Nyaris indomie saya tinggal di Denver hahhaa… Gak relaaa… Itu obat kangen!!! Temen saya lebih parah, kopernya juga dibongkar abis. Jadilah kami berdua rempong ngurusin koper setelah pemeriksaan selesai. Saya sih mikirnya, its a part of my journey and I have to deal with it!

Bagasi aman dan kembali check-in, kamipun menuju imigrasi. Di imigrasi sih aman sentosa karena kebetulan di dalam paspor dan visa saya terdapat form DS 2019, form itu adalah senjata pamungkas yang menyatakan bahwa saya diundang ke US untuk fellowship yang diadakan oleh pemerintah US. Jadi smooth deh segala urusan, Alhamdulillah!

20170427_032419
Welcome to Denver, Colorado 🙂

Dari Denver ke Washington saya akan menempuh penerbangan selama 4,5 – 5 jam. Ya Tuhan masih lama… Haha ya sudahlah ya… Mari semangattt, sebentar lagi sampe Washington DC! 😉

20170427_043902
Washington DC, am coming!

Selama di pesawat menuju Washington, surprisingly pemandangan dari jendela pesawat super indah! Ngeliat yang ijo2 juga trus ada kaya padang pasir gitu (mungkin daerah kering gitu kali ya). Pokoknya its amazing! Saya rasa, Yang Maha Kuasa bukan hanya melukis bumi nusantara dengan indah, namun semua jengkal bumi ini. Saya sungguh gak menyangka akan memandang semua hal2 indah ini di hidup saya 🙂

20170427_063631
Snacking in the plane!
20170427_083357
Washington DC from 5000 feet!

Finally, am touched down Washington! Matahari senja udah menyambut (eh bukan senja juga sih, di Washington udah malem diiinggg!). Secara siangnya di Amerika lebih lama, jadi jam 9 malam matahari baru akan tenggelam hihi.. Kebayang besok puasa kaya gimana cyyyin 😀

20170427_085220

Alhamdulillah Jakarta – Narita – Denver – Washington telah dilalui dengan selamat! Dan selanjutnya bersiap untuk orientasi! Yaayyy, ga sabar untuk berbagi cerita ke teman2 semua tentang orientasi fellowship dan ambience di Washington DC. Tunggu yaaaa ❤

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s