Katanya Menjadi Peneliti (Dan Menulis) itu Sexy, Benarkah?

Assalamualaikum!

Haiii… lama ga ketemu sejak postingan keberangkatan gw ke Belanda bulan lalu…and now, Im just enjoy the Diklat Fungsional Peneliti Pertama di Cibinong. Overall, menggembirakan banget. Ketemu teman2 seangkatan Dikfung yang seru2 dan pinter2 semua… such a blessed!

Nah terus, gw ngapain aja Diklatnya? Makan tidur aja gitu? Nooo! Yang pasti jadwal selama Diklat full banget, ga ada cerita leha2 atau piknik di sekitaran Cibinong. Intinya selama 3 minggu ini gw dan teman2 lain akan menjalani proses ‘brainwashing’ dalam arti positif. Yap, di-brainwash untuk lebih jago menulis Karya Tulis Ilmiah, lebih jago nulis proposal (nyari donor luar jugak pastinya) *smirking and others which are FUN and full of knowledge! Enaklah pokoknya…

Tapi di minggu pertama ini ada beberapa quote dari Widyaiswara (pengajar – red) yang ngena banget di gw. Yahh inspiratif gitu… He said that… Jadi peneliti itu harus bisa menulis sesuatu dengan kepekaan, harus kepo (dalam arti positif loh ya) ga boleh cuek gitu. Oh My God, terkadang gw cuek banget loh sama isu sosial di sekitar gw, yahh mungkin kebawa2 aura individualis Jakarta kali yak πŸ˜›
Tapi since I heard his quote, gw pengen mencoba untuk lebih peka sama sekeliling, dan sama perasaan *eaaa* Trus ada lagi quote yang lain dari Widyaiswara tersebut, he also said that “Menulis adalahΒ kekuatan luar biasa yang bisa menaklukkan dunia”. Memang rada lebay sih, but lebay kayanya zaman sekarang memang penting kan hihiih πŸ˜‰

Tapi emang sih, udah banyak bukti bahwa lewat tulisan orang bisa mengubah mind-set orang lain, bahkan bisa mengubah dunia. Can you imagine? Dengan selembar abstrak yang kita kirim ke panitia seminar/conference internasional, mereka screening tulisan kita, and if our writing is categorized as a good writing, kita bakal lolos seminar itu dan bahkan dapat funding!!! God! Pada ngiler kan mau jadi peneliti? Hihii… But dont assume that as an easy thing! Menurut ngana! Peneliti kaya gw dan teman2 pada hectic banget, terkadang kita ga bisa sama sekali nulis karena printilan kerjaan kantor yang Audzubillah banyaknya. Trus belom lagi drama2 di kerjaan yang bikin gila. Hufffhh! Tapi ya gitu, kudu bisa nyikapin dan kudu bisa menyiapkan atau menyisakan waktu sedikit untuk menulis. Because as a researcher, we will be assessed by our writing as an outcome, aite?

Pic courtesy: Diklat Fungsional Peneliti Pertama Gel. VI

12818891_1666766313599513_1863856229_n

Tapiiii… balik lagi, apa menulis itu gampang? Pasti banyak deh orang yang ngomong, “ih cuma nulis doang kerjanya, itu gampang tauk, ga usah begini begitu, ga usah kerja ribet2 bla bla blaaa…” Hei jangan salah, as a researcher nulis itu kudu ada data dan fakta yang mendukung and gaining the data is not easy baby! Lw kudu ngelakuin in-depth-interview and FGDs (kalo semisalnya itu kualitatif) dan musti ngerjain kuisioner plus angka2 kalo itu kuantitatif. Belum lagi studi kepustakaannya kudu banyak. Ga boleh 10 biji buku atw jurnal, tapi harus banyaaakkk wew! Seems crazy, yep! Soalnya kita kan peneliti yang digaji negara kan yaaa… (dan digaji dari duit project yang lain juga) jadi harus menjaga kualitas tulisan biar ga kacangan πŸ˜€

So, lemme make it clear yah… menjadi peneliti yang “harus” menghasilkan karya berupa tulisan itu…

  • Fun! Gimana enggak, kita kudu merangkai kata yang berdasarkan fakta dan data untuk dibaca banyak orang, and of course bisa menjadi inspirasi banyak orang. Entah itu inspirasi hidup, inspirasi membuat kebijakan yang lebih baik (bagi pemerintah), atau bahkan menjadi role model πŸ˜‰ seru kan!
  • Menulis itu membuat kita ga akan dilupakan zaman! Kita boleh menghilang/meninggal atau apapun dari atas dunia. Tapi tulisan kita akan selalu abadi.
  • Menulis itu pekerjaan yang menyenangkan, selain dikenal, duitpun mengalir lancar hihihi *I proof it darlings!* Menjadi penulis bahkan setahun bisa bikin deposito loooh *dan jumlahnya banyak hihihi Alhamdulillah yaaaahhh
  • Menulis itu sexy di mata orang lain *geer*. Uhm well sexy is not about appearance yah, but its more about the way you think and the way you assume on something through writing! πŸ˜€
  • Bonusnya menulis selain uang adalah bisa jalan2 keliling Indonesia bahkan keluar negeri! AsikasikJoosss πŸ™‚

And banyak keseruan dan advantages lainnya sebagai peneliti (yang suka menulis). Dare to be a researcher??? Tunggu rekrutmen LIPI selanjutnya biar bisa ngerasain keseruan kaya yang gw dan teman2 peneliti alami! πŸ˜‰

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s