Dreams DO Come True; Semua Karena Doa Orang Tua!

ALHAMDULILLAH YA ALLAH… Engkau benar2 Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Kuasa atas segala sesuatu di langit dan bumi. Aku tiada artinya tanpa rahmat dan rezeki dari Engkau.

Dream comes true #1

Alhamdulillah, minggu ini luar biasa bikin gw terharu dan bahagia. Sungguh. Minggu ini kegembiraan gw jadi double, berlipat-lipat ganda… Tapi, kegembiraan ini bukan seperti euphoria yg dulu. Euphoria yg “alay” seperti 3 atau 4 tahun lalu. Kali ini gw lebih kalem menyikapi rahmat dari Allah ini.

Jadi begini, InshaALLAH minggu depan gw akan berangkat ke Siem Reap, Cambodia untuk mengikuti workshop yang diadakan oleh “Asia-Pacific Network for Global Change Research”, workshop ini diadakan oleh APN bekerja sama dengan Ministry of Environment of the Kingdom of Cambodia. Dan hanya ada 1 orang perwakilan dari tiap2 negara di Asia Pasifik. Dan ALHAMDULILLAH, gw terpilih untuk mewakili Indonesia dalam workshop itu. Lantas kenapa gw bisa ikut masukin aplikasi di program itu? Okay, I will tell you. Sebenarnya pengumuman tentang workshop itu sudah ada di awal September, gw tahu dari rekan2 tempat gw berkuliah S2 dulu, AIT Thailand. Untuk tahun ini, workshop itu mengangkat tema “Environmental Changes and Policy Issue in Asia”, dan itu pas banget sama background keilmuan dan apa yg sudah gw kerjakan selama ini. jadi, teman2 di grup AIT, Thailand meng-share di grup facebook perihal adanya workshop tersebut. Dan workshop tersebut akan melakukan seleksi peserta dari seluruh Negara di Asia-Pasifik. Seleksinya sebenarnya sederhana, hanya perlu mengirimkan essay dan motivation letter kenapa kita tertarik mengikuti workshop itu. Tapi ga Cuma essay dan motivation letter aja, kita juga harus mengirimkan CV terbaru. Setelah semua dokumen oke, baru kemudian kita kirimkan ke panitia APN, dan mereka akan menyeleksi dengan ketat siapa peserta yang berhak mendapatkan awards untuk dibiayai FULL-COVER ke Cambodia (airfare tickets, accommodation, field-trip, dll). And, yes that’s me, Lengga Pradipta, cewek biasa dan berasal dari kluarga yang biasa2 saja. Sungguh gw amat sangat bersyukur Ya Allah…

Dan malam ini, panitia sudah memberikan surat undangan resmi beserta penerbangan yang akan membawa gw ke Siem Reap. Its like a dream come true Ya Rabb… I will go abroad (again and again!) for free, and I will get new knowledge there. Im superb happy 🙂

Dream comes true #2

Lagi sibuk2nya mikirin tentang keberangkatan ke Cambodia minggu depan, tiba2 di email yahoo gw ada 1 email yang masuk. Awalnya gw kira e-mail2 ga penting semacam e-mail subscribers dari onlen shop. Tapi ternyata, setelah gw buka dari handphone, itu adalah… E-mail dari NFP (Netherlands Fellowship Program) yang menyatakan bahwa gw lolos dalam beasiswa NFP untuk kuliah short-course di Belanda. YA ALLAH, GA NYANGKA BGT YA ALLAH… :’)

Sebenarnya gw udah pesimis bakal lolos beasiswa itu, dan milih jalur kedua, yaitu beasiswa dari STUNED. Pokoknya ceritanya panjang… if you wanna know, then I will share to you 🙂

Dari akhir Juni yang lalu, gw dikompori oleh senior2 gw di LIPI (Mba Ifa, Mba Intan, Mba Kitty) untuk mengikuti short-course ke Belanda. Dimana tahun lalu, mereka pernah mengikutinya. Karena dikompori tersebut, gw jadi pengen juga dan mulai browsing tentang short-course di Belanda dan NFP Fellowship. Diantara banyaknya program studi yg ditawarkan di Belanda untuk short-course, gw tertarik mengambil “Short-course: RIGHTS-BASED APPROACH TO FOOD AND NUTRITION SECURITY” yang perkuliahannya akan diselenggarakan di Wageningen University pada akhir Januari sampai pertengahan Februari 2016 besok. Course yang gw ambil berbeda dari short-course yang diambil oleh senior2 gw (dari sisi program studinya tentu saja). Kalo ga salah, dulu Mba Ifa dan Mba Intan lebih ke Environmental issue and climate change, dan Mba Kitty lebih ke urban planning.

Nah, kenapa gw tertarik memilih “Short-course: RIGHTS-BASED APPROACH TO FOOD AND NUTRITION SECURITY” itu? Well, frankly speaking… gw punya basic ilmu S1 hukum, dan waktu S2 belajar tentang Natural resources management serta gender di Thailand, dan bahkan di thesis S2 gw membahas tentang Gender Participation in Food Provision at Post-Earthquake Period, jadi gw ngerasa cocok dengan program studi tersebut. Ada legal-approach and human-rights-based-approach nya, serta ada unsur pengelolaan sumber daya alamnya. And it really suits me. Kemudian setelah tanya2 ke senior2 gw tersebut, gw nekadlah apply. Tapi apply nya ga semudah membalikkan telapak tangan. Banyak hal yg harus dikerjakan sebelum apply itu…

  • Pertama sekali gw harus baca sedetail2nya tentang course yg mau gw ambil. Apakah gw cocok disana, apa saja nanti korelasinya dengan karir gw ke depan, dll
  • Kedua, gw harus siapkan (LAGI DAN LAGI!) Essay yang menyatakan ketertarikan gw dengan program itu, kemudian CV yang menyatakan bahwa gw cukup punya kapasitas di bidang gw, dan CV itu JUGA HARUS menunjukkan apa saja pencapaian/prestasi gw selama ini. Entah itu scholarship yg pernah gw raih, tulisan2 ilmiah yg sudah pernah gw bikin, bahkan sampai conference national/international yg sudah pernah gw hadiri. Pokoknya itu semua akan menjadi penilaian bagi mereka.
  • Ketiga, gw harus mampu meyakinkan pimpinan untuk memberikan rekomendasinya pada gw. Well, ini pekerjaan sulit karena gw masih CPNS di LIPI. Dan pimpinan belum tau kapasitas gw yg sebenarnya. Kalo minta ke Prof. Helmi dan Prof. Yona, maybe that’s not a big deal, tapi ini minta kepada atasan di kantor yg baru mengenal gw selama 5 bulan. My God!!! Jujur, awalnya gw jiper mau minta rekomendasi ke Bu Haning (Kapus gw) tapi gw nekad meminta ke beliau. Yah walopun harus bolak-balik sebanyak 3x untuk make-sure beliau dan merevisi essay gw karena harus ada unsur population-nya. Remember??? I work for Research Center for Population, aite? Hahaha…
  • Keempat, nge-scan semua dokumen yg diperlukan, dan harus struggling berjam2 di depan laptop utk apply beasiswanya. Sometimes internet in my office is just too horrible.

Alhamdulillah, at that time, smua accomplished. Kalo ga salah, gw berhasil memasukkan aplikasi secara online pada pertengahan Juli 2015. Setelah itu, menurut NFPnya, gw harus menunggu apakah gw lolos seleksi atau tidak. Beasiswa NFP ini kompetitif bgt, karena diperebutkan dari orang2 seluruh dunia. Huhhhf… after that I have to wait for the announcement yang waktu itu kata mereka akan diumumkan tgl 15 September 2015.

Okay, I will be waiting, sambil berharap2 cemas….

AND TIME GOES BY… Tanggal 15 September datang juga…

Gw menunggu email pada tanggal 15 September dan hasilnya NIHIL.  Ga ada sama sekali email dari Belanda pada tanggal itu. Gw kecewaaa bgt. Tapi, sebenarnya sebelum tanggal 15 September itu ada e-mail dari Wageningen University, kampus itu bilang… sebaiknya gw apply 2 beasiswa, NFP dan STUNED. FYI, kedua skema beasiswa itu sedikit berbeda. Kalo secara general, NFP fundingnya murni berasal dan dimanage oleh pemerintah Belanda, sedangkan STUNED, bisa diapply langsung ke perwakilan Belanda di Indonesia. Jadi yah STUNED semacam perpanjangan tangan gitu. Of course, NFP is much more prestigious (menurut beberapa senior dan rekan2 gw)… but, my bad… gw hanya apply NFP (yg saingannya audzubillah banyaknya!). Gw sama sekali gak kepikiran utk masukin beasiswa STUNED waktu itu huhuuuu. Padahal you know what??? GW HANYA CUMA PUNYA 2 MINGGU UTK KIRIM APLIKASI KE STUNED (deadline nya 1 Oktober!) OWEMJIIII… itu belum nyiapin dokumen2nya lohhh… bikin essay lagiiii dan minta rekomendasi lagi plus nulis CV di form yg udh disediakan di web NUFFIC-NESO (STUNED!)

TAPI, DON’T CALL ME LENGGA KALO GW NYERAH GITU AJA! Setelah kecewa NFP ga kluar2 sampe tgl 25 september, akhirnya gw mutusin bwat apply STUNED dan ngisi kembali formulir beasiswanya. Hufffh kalo dipikir2 itu bener2 kegalauan yg nguras energy. Gw pusinggggggg bgt hari ke hari, gimana seharusnya. Mau minta rekomendasi ke Kapus lagi (Bu Haning) ga enak bgt, secara kemarin udh minta. Akhirnya gw pikir, gw minta ke Pak Herry aja (salah satu peneliti senior juga di Puslit gw) dan gw udh bilang ke beliau. Thanks God, beliau mau…

Di sela2 proses meminta rekomendasi dari Pak Herry, ga taunya tgl 28 september malam, gw dapet email dari NFP yang menyatakan… GW DINYATAKAN LOLOS BEASISWA NFP dan bisa kuliah short-course di Wageningen Januari 2016 besok!!! Alhamdulillah Ya Allaaah…

Sungguh ini anugerah yg luar biasa dari ALLAH, setelah 13 hari gw ngerasa kecewa, sedih dan galau kenapa NFP ga ada pengumumannya, taunya hasilnya kluar, dan itu sangaaaaaaaat membahagiakan. Im so happy and teary, GOD!

Gw langsung nelpon Mama dan Papa setelah lihat e-mail itu. Mereka happy dan bangga banget. Tapi satu pesan Mama, tetep rendah hati… harus kaya padi, makin isi, makin merunduk. Ahh, Mama, pasti Ma… kakak akan slalu usaha untuk jd yg terbaik tapi rendah hati Ma… papa juga kdengeran bahagia banget… :’)

I feel that it’s a dream comes true! Dari dulu gw selalu bilang ke diri gw sendiri, bahwa GW HARUS KE EROPA SEBELUM UMUR 30 TAHUN! And yes, Alhamdulillah ALLAH denger doa gw… Bener kata Pak Helmi (my advisor) bahwa ucapan yg baik itu adalah doa… 🙂

xxxxx

Dan sekarang, gw harus bersiap untuk ke Kamboja… doakan semua acara nya lancar yaa… always remember, believe in your dreams, make it real, dan tentu saja berdoa dan meminta restu org tuaaa! 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s