Work-Trip to Gerbangkertosusila #1

Assalamualaikum.

Hehhe apakabar? Kali ini gw mau cerita tentang work-trip gw ke Surabaya (lagi?!). Tapi sekarang perjalanan gw gak didanai oleh lembaga donor seperti work-trip gw tahun lalu. Yuhuuu… kalo dulu didanai oleh AIFDR – AusAid, sekarang didanai oleh kantor sendiri, LIPI. Bersyukur banget. Terimakasih Allah 🙂

Oke, back to the work-trip story! Trus, kenapa gw sekarang jadi ngebahas dan nyebut2 istilah Gerbangkertosusila? Apaan tuh? Well, I know pasti banyak temen2 yang baru denger. Gw juga gitu bulan lalu hehehe… Yap, gw baru familiar sama istilah Gerbangkertosusila sejak tergabung menjadi anggota tim penelitian DIPA Kluster Perkotaan P2K LIPI. So, apa sih Gerbangkertosusila???

Gerbangkertosusila => akronim dari Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan. Tujuannya untuk mewujudkan pemerataan pembangunan antar Daerah. Kawasan Gerbangkertosusila merupakan kawasan metropolitan terbesar kedua di Indonesia yang berpusat di Surabaya, kawasan ini serupa dengan istilah Jabodetabek dengan pusat di Jakarta.

Wait… wait… kenapa sekarang gw bahas2 masalah kota metropolitan? Bukannya dulu concern gw seputar masalah rural development and something? Hehehe, bener banget! Dulu gw nggak ngeh sama masalah metropolitan/megacity dan yang sebangsa itu. Tapi sejak gw di-mentorin Mas Rusli (salah satu ‘dedengkot’ peneliti di Puslit gw) jadilah gw harus tune-in sama isu ini. Walopun gak canggih2 amat dan gw harus terus belajar, but I think im gonna in love with this issue. Karena kenapaaaa??? Ini masih membahas seputar masalah bencana, tapi locus-nya perkotaan 🙂
It sounds interesting, right? 😀

Nah teruuus, apa hubungannya antara Puslit Kependudukan, Perkotaan dan Bencana??? Well, jadi gini, tim kluster perkotaan (tim dimana gw tergabung) mencoba menggali tentang ‘Karakteristik Penduduk dan Lingkungan Kota, serta Sebaran dan Akumulasi Risiko Bencana di Megacity’. Intinya, kita pengen liat, gimana sih penduduk itu akan bereaksi dan bersikap (serta mempunyai kultur) dalam menghadapi risiko bencana di perkotaan. Yah habit mereka, cara mereka survive dan bahkan sampai ke keadaan lingkungan dan tata ruang pemukiman mereka. Harus diakui, yang punya ide proposal keren bingitttzzz menurut gw, karena its superb complete!!! Dua jempol bwt yang punya ide awal bikin proposal ini. Semua isunya komprehensif… Haha tinggal sekarang yang peneliti muda kaya gw yang rempong ke lapangan cari data dan bikin laporan ahahaha… 😀 *but i enjoy it!*

So, sebenarnya penelitian ini mengambil lokasi di 3 tempat:

1. Mebidangro – Medan, Binjai, Deli Serdang, Karo
2. Gerbangkertosusila – Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan
3. Jabodetabek – Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi

Nah, yang tim Mebidangro (Pak Fadjri, Pak Toni, Mas Ali) udah brangkat ke Medan minggu kemarin. Dan sekarang untuk Gerbangkertosusila, gw dan Mbak Kitty diminta ke lapangan. And of course I believe, its gonna be an excited work-trip, ever! 🙂
Yang ketua tim gw, Mas Rusli *sekaligus master-mind dari proposal tim kota* lagi sibuk ama urusan Ph.D nya ke Australia awal bulan depan. Pun begitu halnya dengan Mbak Ida yang ahli statistik lagi sibuk ngurusin Ph.D nya, jadi mereka ga brangkat. Untung ada Mbak Kitty yang sangat banyak memberikan ilmu selama gw bersama dia, Thank you Mbak :*

Oke,, laluuu… bagaimana perjalanan hari pertama work-trip ini??? Jawabannya, so far, its superb nice. Gonna tell ya 🙂

Hari ini, seperti biasa gw bangun pagi2 dan bersiap2 cuz ke airport! Yap Senin ini tujuannya bukan kantor megah di kawasan Gatot Subroto, melainkan bandara Soetta, dimana jam 10.10 pesawat gw akan cuzz menuju Surabaya. Dengan keadaan mengantuk gw pun menyeret koper gw dan kucluk2 nyetop taksi and here we gooo….
Sampai di bandara, masih jam 7 pagi. Gw pun nyempetin sarapan di salah satu resto fastfood… Bukan apa2, soalnya yang lain blm pada buka, so I have no choice, jadilah gw makan di resto fast-food sejuta umat itu. Selesai sarapan, gw pun langsung check-in. Setelah check-in, gw pun menuju gate F6…

Sampe di gate F6, gw pun ngecek beberapa e-mail. Masih ada e-mail dari Vietnam yang blum gw bales. Dan ada beberapa e-mail dari milis kantor yang belum gw baca. Sembari nunggu Mbak Kitty dateng, gw pun baca2 e-mail dan cek2 Instagram *haha tetep!*
Sekitar jam 8, Mbak Kitty dateng. As usual, Mbak Kitty slalu ceria dan ramah dan kita langsung ngobrol2. Tentang short-course dia ke Belanda beberapa waktu lalu dan tentang studi dia pas S2 yaitu planologi. Pokoknya gw dapet banyak banget ilmu dari Mbak Kitty. Secara kan Mbak Kitty udah ‘khatam’ soal isu megacity, jadi kudu banyak2 belajar dari dia 😉

Jam 10-an, kita pun dipanggil untuk masuk ke pesawat, Bismillah… mari memulai perjalanan ke Surabaya!

Sampai di Surabaya…

Setelah kurang lebih 1 jam lebih di pesawat, kamipun sampai di Surabaya dengan selamat. Dan gw pun langsung nelpon driver yang bakal nganterin kami selama 4 hari ini kemana2. Ya mulai dari kampus ITS, Bappeda, SKPD, dan yang pasti jelong2 juga hehe… Alhamdulillah banget deh fasilitas dari LIPI, well, if I compared LIPI and another place that I’ve ever worked, jujur, LIPI luar biasa… It provides us safety and comfy at the same time. Seriously! 🙂
Pas udah ketemu driver (Pak Mat) dan berkenalan, kamipun menuju hotel Swiss-Belinn di daerah Manyar. Kami sengaja ganti baju dulu di hotel karena jam 2 mau langsung ke kampus ITS yang jaraknya cukup deket dari hotel.

Masuk hotel, sebenernya langsung kebayang bobo siang di kamar hehe… Tapi pekerjaan menunggu, jadi pending dulu keinginan tidurnya 😀
Hotelnya comfy banget, kamipun dapat kamar masing2 satu. Yap, lagi2 beda dengan tempat kerja gw dulu, dulu satu kamar diisi dua orang, tapi di LIPI, you can stay in your own room… Rada boros sih jika dilihat dari sisi penganggarannya, but I believe setiap kantor pasti punya SOP dan kebijakan sendiri. And you know what, rate room-nya juga cukup amazing, 6xx.xxx per night. Wew!

Oke, kita lanjut…

Setelah dapat kamar dan narok koper, gw pun berganti pakaian. Langsung pake pakaian yang rada resmi dan bawa semua peralatan perang alias semua dokumen2 yang sekiranya penting untuk diskusi dengan teman2 ITS… And ITS, here we come!

Nyampe di ITS, kami udah disambut sama dua dosen muda PWK (Perencanaan Wilayah dan Kota) – ITS dan dibawa ke meeting room di lantai 2. Disana sudah ada Pak Eko dan Pak Aris (dosen senior di PWK – ITS) dan kamipun mulai terlibat diskusi hangat seputar isu bencana dan kependudukan di Gerbangkertosusila. Mau tau apa yang dibahas??? Hehehe… Frankly speaking, intinya kami bahas soal masalah kebencanaan yang ada di seputaran Gerbangkertosusila, dan apa implikasinya terhadap penduduk. Baik penduduk pendatang maupun penduduk lokal (asli). FYI, just like in Jabodetabek, di Surabaya sendiripun sebenarnya punya beberapa kasus yang mirip. Orang2 yang tinggal di sub-urban kaya Gresik mempunyai kerentanan yang tinggi terhadap bencana. Bencananya emang bukan gempa bumi atau tsunami kaya di Pulau Sumatera, tapi lebih kepada bencana yang ada di perkotaan kaya banjir, trus juga bantaran kali yang lama kelamaan tergerus karena banyak penduduk yang tinggal disekitarnya *well padahal kita tau loh, bantaran kali merupakan kawasan yang SANGAT TIDAK BOLEH UNTUK PEMUKIMAN* but yeahhh, that’s the major issue in big cities. Dan yang lebih ngeri, di salah satu area di Gerbangkertosusila, I forgot the name ahhaha *ada di catatan gw sih nama daerahnya*, daerah tersebut masyarakatnya mulai melakukan pengrusakan lingkungan. Can you imagine apa yang mereka lakukan? Mereka mulai menimbun daerah hutan mangrove dengan sampah, kemudian membuat pemukiman diatasnya. WHATTT??? Kebayang degradasi apa yg terjadi? NOT ONLY SAMPAHNYA YANG NUMPUK, tapi daerah hutan bakau yang berfungsi sebagai penahan gelombang air laut mulai dirusak, and that’s too bad 😦
Rencananya kami mau ke daerah itu besok, hopefully we can see the real condition and take some pics there 😀

Jujur, isunya menarik, and it suits me a lot. Gw suka masalah lingkungan… dan gw rasa, gw akan mulai belajar tentang ini lebih mendalam. Ah, I love environmental studies ❤

Setelah puas diskusi dengan rekan2 dari ITS, kamipun memutuskan untuk balik hotel. Yap, time’s up! Udah jam 4 sore lewat dan diskusinya akan dilanjutin besok (hm, mungkin dengan Bappeda dan SKPD lain juga)… Tapi pastinya sebelum balik hotel kami makan dulu. Perut udah keroncongan meronta2 minta diisi hehehe… Setelah izin and say Thank You dengan pihak ITS, kami pun langsung ‘beburu’ bebek goreng khas Surabaya… Saatnya makan… Nyam nyammm *but unfortunately gw ga sempet foto makanannya, udah keburu laper booo* hahhaa… 😀

Kelar makan bebek goreng maknyuz, marilah kita balik ke hotel… Sampe di hotel jam 6 sore lewat, gw langsung masuk kamar and I saw this view… Oh My God!!! So pretty! Indah sekali pemandangannn… Subhanallah :’)

Setelah puas lihat pemandangan cantik dari jendela kamar, gw pun mutusin bwat nge-recap perjalanan hari ini dan nge-blog hehe 🙂

Alhamdulillah, hari pertama berjalan lancar. And I just cant wait for the 2nd day. Yang pasti besok akan menggali isu ini lebih mendalam. Baik secara kebencanaan, kependudukan dan juga perencanaan tata ruang. Semangat belajar dan bekerja Lengga… ❤

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s