East Java Work-Trip #Day6

Assalamualaikum… its Friday!

Jumat itu gw bangun dengan penuh semangat! Tidur nyenyak, mandi pun enak. Seger banget pokoknya. And now, this is the day! Hari itu gw kudu jadi fasilitator bagi staf BPBD Kab. Trenggalek yang jumlahnya lebih kurang 16 orang. Gw udah nyiapin smua bahan fasilitasi *mulai dari guidelinenya deelel* intinya, im ready to rock the Friday!

Tapi berhubung hari Jumat itu staf BPBD masih kerja, jadilah kami inisiatif re-arrange jadwalnya setelah sholat Jumat. Sip lah… sebelum itu kami masih bisa ngejer SKPD yang belum kemarin. Mari kita bekerjaaaaaaa!

Jam 10 kami cuz dari hotel dan menuju SKPD yang belum kelar kami gali infonya. Ada dinas PU, Basarnas dan Polres Trenggalek yang belum sempet kami jabanin kemarin.

Di Dinas PU, ketemu staf yang super-duper sengak!

Target pertama pagi itu adalah Dinas PU. Sampai di kantor PU, kami langsung ngelapor dan pastinya membawa surat tugas untuk mewawancarai kepala PU. Awalnya sih aman2 aja, sampai beberapa menit kemudian dateng staf PU yang sumpeeeh! Sengak banget! Gw bilang ke dia, kalo kami mau ketemu dengan Kepala Dinas PU Trenggalek, dan sudah bikin appointment hari sebelumnya. And you know his reaction? Dia Cuma melengos aja, sambil jawab dengan jutek, “sebentar ya”. Oh makkk! Sengak kali bah! Gw langsung ngurut dada dan bilang dalem hati, “sabar Leng, sabar…”

Mbak Dewi juga Cuma bisa diem dan udah maklum sama sifat2 kaya gitu. Dalam hati gw bersumpah, if one day gw jadi PNS, gw gak akan bersifat kaya gitu. PNS kan abdi Negara. Harusnya ramah dan terbuka dengan orang lain. Ga boleh sombong! I promised that!

Gak lama setelah itu, kami dipersilahkan ketemu Kepala Dinas. Untungnya Kepala Dinasnya cukup kooperatif. Beliau pun memberikan informasi selengkap2nya tentang kebencanaan di Kab. Trenggalek. Beliau juga bilang bencana yang paling sering terjadi di Trenggalek adalah tanah longsor, dan sesekali juga banjir pernah terjadi. Fine. I got that point. Setelah isu bencana dari perspektif SKPD lain di dapat, saatnya nanti menanyakan apakah hubungan SKPD dengan BPBD cukup baik dalam hal penanggulangan bencana. that’s the point of my report. AIFDR paid me for that report. Seems easy, tapi nulisnya kudu focus dan dapet mood-nya!

Kelar dari Dinas PU, kami ke Basarnas. Di Basarnas dapet banyaaakkk banget info yang berguna memperkaya report gw. Alhamdulillah. Then, before sholat Jumat kita juga menuju Polres Trenggalek. Tapi Kepala Direktorat yang pengen kami temui lagi gak ada. Fine. Kami ga mau maksain. At least we’ve tried, right? Toh, kami juga ga mungkin balik lagi ksana. Karena siangnya kami ada FGD dengan staf BPBD. So, I think SKPD is enough. Terkumpul banyak informasi dari 9 SKPD berbeda. Cukuplah gw rasa. Alhamdulillah yaaaaaaaa…

Siangnya, setelah sholat Jumat dan makan siang, gw udah ready untuk memfasilitasi staf BPBD Kab. Trenggalek. And many things happened during that FGD…

Mulai dari staf BPBD Trenggalek yang sebagian udah sepuh, jadi pas dikasih kuisioner ga bisa jawab, FYI, orang awam mengenal BPBD sebagai ‘tempat buangan’ bagi staf2 yang udah mau pensiun, atau staf yang ga dapat ‘tempat basah’ di SKPD lain. Belum lagi kebanyakan dari mereka ditempatkan gak sesuai dengan pengalaman mereka. Ada yang sama sekali ga ngerti soal kebencanaan. Parah?! Yah, begitulah. Tapi itu bukan salah mereka. BNPB dan BPBD sebagai lembaga baru memang perlu banyak pembenahan. Dan fasilitasi yang didanai oleh AIFDR ini merupakan salah satu proses pembenahan. Well, memang sih AIFDR ini bukan lembaga milik pemerintah Indonesia. Lembaga donor yang khusus mengenai kebencanaan ini adalah milik Australia. So, why do they really concern about disaster in Indonesia??? Tak lain tak bukan adalah, azas resiprositas. Timbal balik. They give fund to us, but of course they have “special” intention to us. Entah itu baik atau buruk, well… I think you guys can answer it by yourself. Later on akan gw bahas soal lembaga donor, Negara penerima, trus challenges and opportunitiesnya. I promised you guys!

But overall, proses fasilitasi cukup fun! Staf2 BPBD nya walopun banyak yang udah ‘sepuh’ tapi masih semangat ngikutin FGD. And here are some pics during my FGD…

DSCN0040

DSCN0041

DSCN0045

DSCN0046

FGD berakhir jam 16.30 sore. Lega banget rasanya. FGD yang gw handle berjalan mulus. And I collected lottttttttts of information! Yipppieee. Tinggal cari waktu dan mood yg tepat untuk menuangkannya dalam bentuk tulisan. Hehe..

Next, abis FGD ngapain dong?! Pastinya enjoy the Friday night in Trenggalek. Agenda wajib adalah foto2 di pendopo Bupati dan wisata kuliner hihihi… dan inilah foto2 kece di depan pendopo Bupati!

DSCN0067

DSCN0074

DSCN0078

 Kelar foto2, saatnya cari cemilin khas daerah. Gw dan tim kemudian jalan ke arah samping pendopo Bupati, dimana banyakkkk banget orang jual jajanan khas Trenggalek. Ada lupis dan cenil yang endes marundes banget! Gula merahnya kentel banget! Berasaaaa… enaaak!! Lupis dan cenilnya juga enak. Walopun ukurannya mini, tapi rasanya maxi! Hoho. And you know what how much one is one portion of cenil campur??? Only 2000! Wkwkwk murah booo!!! Betah deh kalo jajanan enak dan murmer kayak gini!

That night was ended up with full of smile. Badan capek, tapi hati seneng. Kerjaan kelar. Bisa jajan makanan khas daerah yang enyak pulak. Perfect night! Jam 9 malam balik hotel dan bersiap2 tidooorr… Terimakasih Allah, besok gak harus bangun pagi hahaha… gw udah ancang2 molor sampe jam 10, trus mw main di water park! Wakakakkaa… stay tune with moreeeeeeeeee fun stories ya guys!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s