Menantang Arus, Bisakah Saya?

Assalamualaikum

Well, such a long time I never had a serious discussion o my own blog.
Apa saya emang orangnya becanda terus dan gak pernah serius? No, not at all… Saya orangnya sangat natural. Sama seperti manusia lain, kadang ceria, kadang serius, kadang juga suka menangis jika hati saya terluka. That’s me, like another human-being.
Dan saat ini, saya sedang ingin membicarakan tentang permasalahan yang menurut saya…uhmm…well, cukup serius dan menjadi persoalan yang akan memancing sisi sentimentil seorang perempuan. Dan mungkin bukan cuma saya saja, saya yakin banyak perempuan dengan permasalahan yang sama.
Sebenarnya saya tidak ingin menyebut ini sebagai “permasalahan”, karena sepertinya terminologi “permasalahan” akan dikategorikan sebagai suatu hal yang berat dan menjadi beban, maka saya berpendapat sebaiknya saya mendefinisikannya sebagai “arus” dalam kehidupan.

Jadi begini, tadi pagi saya ke kampus dan bertemu salah seorang senior saya ketika di Thailand. Senior saya tersebut merupakan seorang Doktor muda di Fakultasnya. FYI, dia perempuan dan berumur sekitar 31 tahun.
Ketika bertemu, dia langsung menyapa saya dengan hangat dan mengatakan dia akan menikah bulan depan. Jujur, saya sangat gembira mendengarnya, tentu saja saya sangat gembira dan sangat surprise πŸ™‚
Mengingat seorang perempuan yang sudah memegang gelar doktor akhirnya menemukan tambatan hati dan kemudian orang tersebut menjadi suaminya tentu itu menjadi hal yang sangat menggembirakan. Kemudian senior saya itu bertanya lagi, kapan giliran saya untuk menikah. Senior saya bilang dan mengingatkan (kebetulan dia mengetahui niat saya untuk melanjutkan study S3), agar sebaiknya saya menikah dulu baru melanjutkan study. Katanya biar lebih afdol, dan tidak terlambat menikah seperti dia.
Senior saya bilang, di usia seperti dia, dia merasa sudah sangat terlambat untuk menikah. Tapi akhirnya dia menemukan jodohnya yang notabene adalah teman SMAnya sendiri. Ah, saya berpikir, pasti laki2 tersebut adalah laki2 yang luar biasa dan berjiwa besar.
Ya, asal tau saja, banyak pria zaman sekarang yang gamang untuk memperistri seorang wanita jika wanita tersebut mempunyai pendidikan yang stratanya lebih tinggi dari dia. Dan saya salut dengan calon suami dari senior saya tersebut πŸ™‚

Singkat kata, obrolan tadi pagi di depan ruangan seminar itu berlangsung hangat. Senior saya sangat support saya untuk melanjutkan study, tapi juga memberi saran agar sebelum berangkat study saya berumah tangga terlebih dahulu.
Bukannya saya naif. Bukannya saya munafik. Saya mau berumah tangga. Dan saya rasa semua orang pun mempunyai keinginan yang sama seperti saya. Tapi pertanyaannya sekarang adalah saya benar-benar sedang tidak dengan siapa-siapa. Saya tidak mempunyai teman dekat pria. Beberapa waktu lalu memang ada, tapi hanya berakhir dengan ketidakjelasan, dan saya tidak mau itu terjadi lagi. Saya bukan tipe abege yang hendak bermain-main lagi dalam soal hati, kan? Saya butuh komitmen. Terdengar serem ya? Hehe tidak juga. Komitmen disini tentu saja harus dikompromikan antara saya dan ‘dia’. Dan saya tahu, tidak semudah itu untuk mengkompromikan masalah arus hidup dengan seseorang πŸ™‚
Overall, saya sangat respect dan hormat dengan anjuran senior saya. Saya yakin dia ingin saya lebih baik dari dia πŸ™‚

Oiya, sebenarnya bukan itu yang mengganjal hati saya. Kisah tadi pagi hanya permulaan. Intinya adalah kisah beberapa hari yang lalu. Yap, beberapa hari yang lalu ada seseorang yang mengirimkan BBM kepada saya mengenai persoalan ini. Ya, seorang pria. Kami cukup dekat pada tahun 2010, tapi karena kami satu suku, kami memutuskan untuk berteman saja, dan saya menjodohkannya dengan salah seorang teman saya. Dan sekarang mereka sudah hidup bahagia.
Entah kenapa waktu itu selepas isya (kalau tidak salah), dia mengirimkan BBM yang berisi anjuran agar saya segera melepas masa lajang saya. Dia berkata bahwa jangan tunda-tunda lagi untuk berumah tangga. Kemudian dia berkata bahwa pasti orang tua saya juga mau saya segera berumah tanggga.
Well, obrolan di BBM itu hanya saya tanggapi dengan tersenyum dan santai. Saya menjawab semua pesan dari dia dengan sekenanya. Saya tidak mau berurusan terlalu jauh dengan dia, pertama karena dia tidak punya hubungan apa-apa lagi dengan saya (hanya teman biasa), dan kedua karena dia adalah suami dari teman saya. Begitulah, saya tidak mau BBMan lama-lama dengan dia.

Saya menjadi heran, kenapa hampir semua orang menyuruh saya segera menikah padahal saya sedang tidak menjalin hubungan dengan siapa-siapa?
Jika saya menjawab saya sedang sendiri, tidak ada satu orangpun yang percaya. Saya tahu, anjuran dari mereka adalah anjuran yang sangat positif. Tapi untuk sekarang, saya belum bisa melaksanakan anjuran tersebut. Saya bukannya mau menantang arus, bukan. Saya mau saja mengikuti arus atau trend yang sedang menjamur, yaitu trend untuk menikah, tapi dengan siapa? Menikah bukan hanya persoalan suka, cinta, kemudian tidur bersama, membuat bayi dan bla bla bla… Menikah lebih dari itu. Menikah itu tanggung jawab. Dan saya mencari orang yang mau bertanggung jawab atas diri saya lahir dan bathin. Dan saya tahu itu tidak gampang. Hehe kata-kata saya jadi terkesan berat ya? *maafkan*

Begitulah, saya merasa diri saya sekarang sedang menantang arus. Kenapa saya sebut demikian, di umur saya sekarang, yakni 27 tahun sudah banyak wanita yang memutuskan untuk menikah.
Lantas kenapa saya belum? Well, ya karena itu tadi, saya menantang arus.
Kenapa saya menantang arus? Ya, karena saya memang belum bertemu orang yang mau bertanggung jawab atas saya.
Kenapa saya belum bertemu orang tersebut? Ya, karena saya tidak berusaha mencari.
Kenapa saya tidak berusaha mencari? Ya, karena saya terlalu autis sibuk. Hehe tidak juga sih πŸ™‚
Saya orangnya nyantai kok. Sangat nyantai. Ah, sudahlah pertanyaan itu tidak akan ada ujungnya. Akan selalu muncul.
Tapi jangan khawatir, jika saya nanti bertemu dengan seseorang yang membuat hati saya bergejolak layaknya reaksi kimia dalam tabung reaksi, maka saya akan berbagi ceritanya sedikit kepada teman-teman semua. Tapi hanya sedikit loh ya… πŸ˜€

Yah sekarang saya hanya melakukan apa yang bisa saya lakukan. Memperbaiki diri, bekerja sebaik-baiknya dan membahagiakan orang tua. Masalah lanjut study saya akan tetap usahakan semaksimal mungkin, walau sekarang masih berproses. Untuk siapa saja yang membaca postingan ini, doakan saya ya, agar segera mengikuti arus, bukan menantangnya hehe… πŸ˜‰

-sehabis Maghrib, akhir Mei 2014-

Advertisements

4 thoughts on “Menantang Arus, Bisakah Saya?

  1. hajaredris June 21, 2014 / 10:06 pm

    saya pasti doakan kak lengga,.
    Kak, Jodoh itu jalan Alloh, tidak bisa di segerakan ato di perlambat, itu adalah takdir Alloh, manusia hanya bisa berencana dan berusaha, Alloh yg menentukan, krn itu bagian dari Qodar/ ketentuan Alloh, hidup, mati, jodoh, rezeki.
    jadi tetap bersabar dan ikhtiar ya kak,
    nb: sebenarnya aku jg galau ttg hal ini kak, my family dan saudara2 menyuruh saya menikah, tapi masalahnya adik jg lg tidak sama siapa-siapa, adik siap meniakah, tapi calonnya yg blum siap kak,. 😦
    kita usah bareng yukkk kak,. πŸ™‚

    • Miss Pradipta June 21, 2014 / 10:46 pm

      ayukkk πŸ™‚
      iya benar,,,udh ada garis qada dan qadarnya ya wi πŸ™‚
      ah, mudah2an niat dewi juga segera trlaksana aminnnn

      • hajaredris June 27, 2014 / 10:44 am

        haduww,. niat yg mana nie kak,.
        udah galau lagi kk, .sedih T_T,. masih bingung
        menikah vs kerja vs sekolah
        bingungg???
        menikah = lagi single, no boyfriend,
        kerja = masih baru2
        sekolah = dimana>? belum siap dn blum ada bekal buat sekolah lagi,.
        lalu?? BINGUNG jawbnnya kak, hikksss:(

      • Miss Pradipta June 27, 2014 / 11:52 am

        harus optimis wiiiii ^^
        semua udah ada jalannya dan porsinyaaa πŸ™‚
        jgn khawatir dek,,, berjuang dan berusahaaaa

        kan kamu sering semangatin kk,,, inshaALLAH kita dapet yg terbaik, aminnnnnn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s