Maret Ini Benar2 Penuh Ujian… :(

Assalamualaikum

Kabut di Sumatera sudah hilang, tapi sekarang hati saya yang berkabut dan babak belur…
Ya, dalam 2 hari ini adaaa…aja masalah yang datang! Dan itu semua bertubi2 datangnya silih berganti πŸ˜₯
Mulai dari masalah hati yang bikin tidur saya ga nyenyak dan berbuntut mata panda *hufht* ditambah lagi air mata saya ga mw brenti ngalir… Its true, I cried a lot in these two days.
Masalahnya sebenarnya sederhana (menurut saya), tapi menurut pihak “dia” tidak sesederhana itu… Dia marah sekali pada saya, dan saya memahami itu, saya sangat mengerti…
Tapi jujur, saya tidak ada niat sedikitpun untuk menyakiti hatinya. Saya masih sayang, hanya saja saya tidak bisa melanjutkan hubungan ‘cinta’ antara saya dan dia. Rumit? Begitulah. Well saya tidak akan membahas lebih panjang tentang ini. Yang pasti, dia orang yang baik, dan dia berhak mendapatkan kebahagiaannya. Saya selalu berdoa untuk itu…

Dan di Maret ini juga, setelah sekian lama keuangan saya “mapan”, sekarang kondisinya berada di titik terendah. Seriously, uang di dompet saya NOL. Ada sih tabungan saya, tapi saya tidak mau utak atik itu… Saya ingin lihat seberapa kuat saya survive untuk tidak membobol ATM dan tabungan saya. Sok idealis? Ah, tidak juga. Saya hanya ingin tahu kekuatan bertahan saya tanpa uang.

Selain masalah hati dan isi dompet, masalah hubungan dengan teman saya juga membuat saya pusing. Saya baru saja “melabrak” seorang teman saya lewat sms kemarin sore. Nah looo??? Saya kan terkenal gak tegaan dengan teman saya, lantas kenapa saya bisa melakukan itu kemarin sore?
Simply said, ada teman saya yang sama2 berjuang dengan saya untuk mendapatkan beasiswa DIKTI Luar Negeri, dari dulu kita selalu sama2. Tapi ketika saya sudah “move on” dan mw bergerak alias resign dari kerjaan saya yang lama dan fokus ambil kelas IELTS, dia malah santaiii… Tapi anehnya dia selalu janji pada saya untuk ambil IELTS. Dan janji2 manis itu udah pending sekian lama. Yes, she gave me “lip service” only! Feewh!
Puncak kekesalan saya padanya adalah kemarin sore. Jadi begini, dia bikin komitmen dengan saya untuk olahraga tiap pagi/sore. Nah itu inisiatif dia karena dia mau hidup sehat. Idenya dari dia, bukan saya. Tapi tentu saja saya setuju, karena saya ingin support dia agar sehat dan bersemangat. And you know whatttt??? Ternyata semuanya cuma omong kosong. Adddaaaa… saja alasannya untuk tidak memenuhi janji. Yah, ibarat kata “hangat2 tai ayam” lah… Padahal dalam 2 hari ini saya sudah siap di depan rumah untuk menunggu dia, but she never fulfill her promise! Saya menunggu lebih dari 30 menit dan dia tidak memunculkan diri. Kesel kan? Uhfffttt… Yesterday was the 2nd time dan saya mulai muak. Tau sendiri kan, SAYA PALING TIDAK SUKA DENGAN KETIDAKJELASAN!!! Kalau bagi saya, IYA berarti IYA, TIDAK berarti TIDAK. Aggghh… naik darah juga lama2 nih!

Selang 5 menit dia membalas sms saya dan mencoba menelpon saya. But I just ignore her message and her called. Ya, saya tidak membaca sms balasannya. I just let her message in my inbox without reading it. Saya sudah malassss dengan janji2nya. Padahal saya hanya ingin dia maju (dalam pendidikan) dan hidup sehat. Tapi sepertinya saya yang semangat, dia malah tidak! Oh Gooood, ada orang kaya begitu ya ckckckck… Ya sudahlah, lupakan soal itu…

But, the hardest part on this March is… My Mom is sick! Mama maag akutnya kumat, dan gak makan nasi udah 3 hari. Mama cuma tiduran doang di kamar. Im deeply sad. Rencananya Jumat pagi ini saya bawa Mama ke rumah sakit.
Sudah saya bilang ke Mama untuk makan nasi, tapi Mama bilang kalo untuk nelan aja beliau gak bisa, sakit bgt rasanya. Akhirnya Mama cuma makan regal dan teh anget… Itu aja 3 hari ini.
Saya sedih… Walau terkadang Mama termasuk golongan ibu2 yang bawel, tapi saya sangat menyayangi Mama. Saya gak mau Mama kenapa2… Ah, Mom… get well soon. Kakak kangen ketawa2, berdebat dan ribut2 kecil dengan Mama πŸ˜₯

Banyak sekali ujian bagi saya di bulan Maret ini. Saya tahu Tuhan sedang memberi pelajaran atas dosa besar ataupun kecil yang pernah saya lakukan, dan ini jawabannya. Rabb, maafkan hambaMu yang lemah ini…
Saya ingin memperbaiki diri menjadi seorang hamba yang jauh lebih baik lagi… Gak muluk2, setidaknya saya tidak apatis lagi dengan sekeliling saya…
Rabb… saya tahu, Engkau tidak akan memberikan ujian pada hambaMu kecuali Engkau yakin hambaMu mampu menghadapinya. Rabb saya mohon, sembuhkan luka hati saya karena cinta ini, bukakan pintu hati “dia” yang saya sakiti agar dia memaafkan saya, dan saya hanya ingin dia tahu, saya lakukan semua ini, karena saya sangat menyayanginya.
Dan satu lagi, saya mohon padaMu ya Rabb, sembuhkan Mama saya… Saya rindu tawa Mama, bukan keadaan Mama sakit seperti sekarang, Rabb, jika bisa biar saya yang sakit menggantikan Mama… 😦

Rabb, kabulkan doa saya… Hanya padaMu saya meminta… πŸ˜₯

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s