Sebuah Telpon Yang Mengejutkan di Awal Januari

Assalamualaikum!

Heihooo… Apakabarrr??? Its January 4th! Tahun baru begini, saya sudah berada di Padang. Yap, saya sudah di Padang sejak 23 Desember kemarin, berhubung keuangan menipis dan pelatihan IELTS sudah selesai huehehe… Tapi yah, saya harus balik ke Jakarta secepatnya, dan yang pasti saya sudah beli tiket untuk kembali ke Jakarta. Ill be in Jakarta on January 17th.

So, what will I do in Padang for about 2 weeks? Well, you must be surprised if I tell you. Saya harus segera mengambil ijazah saya (versi bahasa Indonesia) di kampus. Wakaka… Yap, saya tamat dari Februari 2011, tapi ijazah tidak kunjung saya ambil. Bukan karena saya masih ada urusan keuangan di kampus. Ouccch! Of course NOT! Itu dikarenakan thesis saya belum saya serahkan 5 rangkap ke perpustakaan. Im a lazy girl, indeed! 😀 Dan yah… harus saya selesaikan secepatnya, jika tidak… Oh My! Bakal semakin banyak urusan yang tidak terselesaikan. Besides, Mama saya sudah sibuk ngomel kenapa saya belum ambil ijazah, hehe forgive me Mom…

Trus, ngapain lagi dong saya ke Jakarta??? Simply said, saya harus ikut tes IELTS. Kemarin kan pembekalannya, nah besok itu tesnya. Saya rencana ambil yang tanggal 18 Januari. Dan setelah itu, let destiny brings me and my life *hahaa lebay* Uhm, ya teteplah, saya masih disibukkan dengan urusan beasiswa. Yah nunggu yang ke US dan masukin beberapa as plan B. Yah, muna’ aja kalo saya cuma masukin beasiswa hanya 1. Saya rencana mau apply banyak beasiswa *maruk*, tapi ini bukan maruk, ini yang namanya “usaha” ya kannn??? So, apalagi yang saya cobaaa… Uhm, saya rencananya mau coba beasiswa LPDP juga, trus ADS, dan banyaaak lagi! — oke, itu soal perjuang mencari beasiswa —

Then apalagi yang menarik di hidup saya ya??? Uhm, saya sudah jarang sekali ya bahas masalah cinta? Huehehe… bukannya apa2, kisah cinta saya ‘memang’ cukup menarik sih, tapi kali ini saya enggan membaginya dengan orang lain. Bukan sok2 introvert atau apa, tapi bagi saya, saya akan membaginya jika saya memang sudah “ke tahap yang lebih serius” dengan seseorang. Nyatanya sekarang nobody proposed me alias belum ada yang melamar saya huahahahaa… Miris? Well, gak juga… itu artinya, saya harus membahagiakan keluarga saya dulu. Mungkin memang belum waktunya aja 😉

Tapi ngomong2 masalah cinta atau pria yang dekat dengan saya, saya hanya mau berbagi sedikit crita sih… Tentang seorang pria di masa lalu saya (well, let say begitu…) but, it doesnt mean saya masih ada rasa loh ya… Sama sekali bukan. Hanya memetik pelajaran dari apa yang dia ucapkan saja 😛

Jadi begini, tanggal 1 Januari kemarin, siang2 gitu deh, ada 3 misscalled di hape saya. Uhm, nomornya tidak ada di phonebook saya. Jadi saya heran. Kemudian saya berpikir, kenapa ada 3 misscalled? Berarti ini sepertinya telpon yang penting. Ya sudah, saya coba hubungi nomor itu. Mana tau klien baru atau ada project apa gitu kan (hehhe tetep!) Oke, setelah berbunyi tut…tut…tut… kemudian terdengar nada bicara di ujung sana. Ternyata seorang pria. Dia langsung bilang: “Halo Ngge!”… Nah saya bingung kan? Dengan jutek saya langsung tanya “Siapa ni?” Hohoo… begitulah saya, suka jutek kalo ada nomor hape baru dan ternyata yang nelpon cowo pula! Kemudian dia bilang, masa lupa dengan suaranya. Well, saya emang bukan tipe orang yang gampang inget dengan suara orang lain. Dengan polos saya bilang saya tidak tahu. Kemudian dia sebutkan tempat tinggalnya, kemudian terakhir baru namanya. Nah, seketika saya connect! Hihi *telmi pemirsah*

Ternyata yang nelpon itu Bang Daus (one of my ex boyfie yang sudah menikah dan punya anak). Kemudian saya pun bilang “Hai dan apakabar” yah, layaknya seorang teman lama. Dia bilang kabarnya baik dan dia juga menanyakan kabar saya. Tiba2 dia bilang sesuatu yang bikin saya cukup terkejut. Dia bilang “Ngge, jadi sekolahnya? Ke Amerika ya? Weeeits, tau darimana pulakkkk??? Trus saya bilang aja “InsyaALLAH bang, masih banyak proses yang harus dilalui”… Then dia tanya lagi berapa lama studynya, saya pun dengan lugas menjawab sekitar 3 tahun. And you know what apa tanggapannya pas dia denger saya mau study selama 3 tahun?

“Untung dulu kita gak jadi ya Ngge (nikah – red), kalo gak tu masiak (kering – red) abang nungguin Ngge!”

WHAAATTT??? What the heck iniii!!! Jadi maksudnyaaa???
Sumpah saya kaget dengan kata2 dia… Uhm, saya akui mantan saya itu cukup baik, tapi tidak cukup dewasa dan tidak cukup memahami impian saya (mungkin), dan dia bukan orang yang keen on studying stuff! Yap, dia tidak terlalu suka dengan dunia pendidikan. Very different with me of course!
Singkat kata, saya cuma nyengar nyengir aja di telpon. Gak saya tanggapi lebih jauh juga, cukup sekedarnya dan meng-iya-kan saja. Dan dengan berseloroh saya berkata; “itu yang namanya belum jodoh kali bang”. Trus saya tersenyum. And yeaah, you know what selanjutnya dia bilang apa? “Tu kapan Ngge merit? Merit lah lai…” Weksss! Mantan saya ‘mendoakan’ saya untuk cepat merit. Dengan santai saya jawab; “iya bang, doain aja… nanti setahun kuliah dulu, trus balik Indo, baru merit, dan boyongan kesana”. Huffht, saya menjawab sekenanya. Swear, saya jawab asal banget! Lah gimana ceritanya cobaaa? Suami darimana? Dari Hongkong!!! Saya masih single happy begini, belum punya pasangan a.k.a calon suami! Hadehhh (-_-!)

Intinya, pembicaraan di telpon kemarin yang berlangsung singkat (hanya 3 menitan lebih) saya tutup dengan alasan saya mau siap2 pergi dengan Lintang (adik saya). And in the end of that called saya bilang sampaikan salam saya kepada istri dan anaknya, yang bernama Keiko… Well, selain itu saya sampaikan juga salam kepada Mama dan Papanya, karena walau bagaimanapun Mama dan Papanya dulu (ketika kami masih bersama) sangat baik n welcome pada saya 🙂 Saya tulus mengatakan itu semua dan saat ini murni hanya menganggap dia sebagai seorang Abang.

Finally, the conversation is finished. And I keep on thinking (till today), saya bersyukur sih, masih punya mantan yang berhubungan baik dengan saya 🙂 dan tetap perhatian dengan hal2 yang ada di diri saya (as brother n sister of course). Yep, Alhamdulillah sekali… I never have bad problems with my ex-boyfie, kami putus baik2, dan tetap berteman sampai sekarang. Tapi ya gitu, when my ex-boyfies got married, I dont want to interfere his life, karena saya merasa jalan kami sudah beda. Dia dengan kehidupannya dan saya dengan kehidupan saya. Uhmm… I also feel lucky to have ex-boyfies like them, karena walau bagaimanapun mereka “pernah” ada di hidup saya dan sedikit banyak mereka yang membentuk kepribadian saya menjadi ‘kuat’ seperti sekarang! Wohoooo… dalem booo… but NO WORRIES, since life goes on… feeling changed… and many things happened, I keep moving on dan tetep ceriaaaa!!! 😉

Jujur, saya mencintai keadaan saya yang sekarang. With no regrets on it. Im so thankful! Ya Rabb… boleh gak subuh2 hujan gini berdoa? boleh kan yaaa… Rabb… dekatkan jodoh sayaaa!!! Seseorang yang bisa diajak bermimpi… kemudian berusaha mewujudkan mimpi itu bersama. Tidak perlu harus “gila” kuliah seperti saya juga, tapi nyambung kalo diajak ngobrol apa saja, mulai dari silly things sampe masalah2 berat yang menurut orang lain “ngapain dipikirin” hehe… dan yang pasti bikin saya gak bosan2 ngobrol dengan dia sampe sehari penuh!!! Hehehe… banyak maunya 😛 dan yang pasti, baik dan soleh ya Rabb hihi…

Doakan saya cepat merit ya. Aminnn 😉 hehhehe…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s