Matahari… Matahari… Matahari…

Ini adalah ungkapan hati yang tidak mungkin kuucapkan secara langsung pada Matahari.
Aku terlalu pengecut untuk mengatakan ini semua secara langsung pada dirinya…
Tapi, inilah ungkapan hatiku yang sebenarnya…

Habis sudah kata2ku untuk mendeskripsikan dia…
Matahari itu…
Sangat baik…
Sangat dewasa…
Sangat banyak mengajarkanku hal2 baik… dan itu semua tanpa ada maksud untuk mengguruiku.

Aku tidak mungkin cerita disini tentang apa yang terjadi semalam (cukup aku dan dia saja yang tahu), tapi sungguh kejadian tadi malam benar2 membuka mataku tentang “siapa dia” dan betapa baiknya dia.
Dia tidak marah padaku, padahal aku sudah menempatkan dia dalam posisi sulit.
Dia tidak lantas memaki-makiku, padahal dia tahu kesalahanku teramat fatal.
Dan dia sebenarnya benci hal yang aku lakukan semalam.
Huufhht…

Matahari, maafkan aku…
Sudah terlalu sering bikin kesal, sudah terlalu sering menempatkanmu dalam posisi sulit.
Sudah terlalu sering bersikap kekanak-kanakan…
Sudah terlalu sering merugikan perasaan orang lain demi kepentingan diri sendiri…
Dan… sudah terlalu sering mengucapkan kata2 maaf…

Matahari, aku masih butuh kamu.
Matahari jangan tinggalkan aku…
Matahari terus bimbing dan tunjukkan hal2 baik padaku ya…
Matahari…
Matahari…
Matahari…
Jangan pergi ya…
Aku masih butuh kamu, lebih dari apa yang aku bayangkan…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s