Menemukan Namanya…

Assalamualaikum!

Jadi ini postingan yang saya buat di saat saya sedang Β ngopi2 sore dengan teman kantor saya, Deedee. Yap begitulah agenda saya ketika Jumat tiba… pulang kantor pasti ngopi2 dulu dengan Deedee, yah… secara Senin – Jumat udah sibuk dari pagi sampai sore di kantor, jadi kami butuh sedikit “ruang” untuk haha hihi di tempat umum ketika weekend memanggil (walau sebenarnya tempat ini agak ‘hectic’ karena banyak ababil hihi). Dan Jumat sore adalah waktu yang tepat untuk itu. Heeuuu… bukannya langsung pulang tapi nyangkut dulu =p

Dan… yah, saya ingin cerita tentang banyak hal saat ini. Tentang apa yang saya lihat tadi pagi di google. #loh memangnya ada apa# Google kan hanya sebuah mesin pencari, dan wajar saja kalau saya buka google tiap hari. Ya toh?! Tapi, google yang saya lihat tadi pagi bener2 beda, sumpah! Jadi begini… #hufht# tarik napas dulu… Tadi pagi, kerjaan saya kan tidak terlalu banyak… Tiba2 saya teringat dia (dia itu #meteor – red). Saya tiba2 langsung buka google, dan saya ketik nama dia di mesin pencari itu. Saya mengetik namanya dengan lengkap. Ya, saya mengetik namanya B***********, S.H. Nah biasanya di google yang keluar hanya data dia ketika dia jadi mahasiswa. Ya, biasanya yang keluar hanya data skripsi dia di repository kampus Unand. Tapi tadi… ketika saya ketik dia plus gelarnya, maka banyaklah yang keluar disitu. Bukan lagi data dia sebagai mahasiswa, tapi dia dengan karir dia yang sekarang sebagai seorang “penegak hukum”. Dan yang lebih bikin saya surprised, dia ternyata di Sumatera Barat sekarang, tepatnya di Pariaman. Dan ini berita tentang dia

http://www.sumbaronline.com/berita-13819-penahanan-nilma-sari-terkesan-banyak-kejanggalan.html

Dalam hati kecil saya, saya senang dia sudah sukses seperti sekarang. Saya bangga padanya. Ya, saya sangat bangga. Saya dulu sangat tahu apa impiannya. Saya tahu dia sangat baik dan dia pantas memegang amanah seperti sekarang. Dulu, dia sering bilang bahwa berkarir sebagai “penegak hukum” bukan impiannya. Dia dulu bercita2 untuk bekerja di Departemen Keuangan, karena dulu dia pernah mengambil data disana untuk skripsinya, jadi dia punya impian besar untuk kerja disana. Tapi ternyata di tahun 2009 dia lulus di institusi itu sebagai penegak hukum. Dan saya bilang kalau saya sangat bangga padanya… dan saya sangat yakin dia akan sukses. Ketika tes menjadi J**** pada Maret 2012 dia selalu telpon saya sebelum tes dan minta didoakan agar tes-nya lancar. Jujur mengetik ini semua membuat saya terharu dan sedih. Betapa sangat dekatnya kami dulu. Betapa dulu kami sering berbagi cerita…

Sekarang, saya sudah hilang kontak dengan dia. Beberapa bulan lalu dia mengganti no. hapenya. Tapi dia tidak mengabarkan saya. Padahal dulu, kalau ada apa2 (termasuk mengganti nomor hape) dia pasti mengabari saya. Jujur saya sedih. Kenapa dia tidak mengabari saya. Mungkin dia sudah menganggap bahwa saya bukanlah bagian dari hidupnya lagi. Entahlahh…
Setelah sekian lama, akhirnya saya dapat nomor hape dia dari #matahari dan saya akhirnya meng-sms dia, bertanya tentang Meulaboh. Tapi waktu itu tidak ada respon. Dan saya bertekad tidak mau menghubungi dia lagi. Saya tidak tahu kenapa dia tidak mau membalas sms saya. Feeling saya bilang, dia pasti sudah sangat membenci saya 😦

Kenapa dia membenci saya?
Kenapa dia tidak menghubungi saya?
Kenapa dia tidak lagi mau bertukar cerita dengan saya?
Kenapa kami tidak bisa lagi seperti dulu?
Dan… kenapa saya selalu tidak pernah bertemu dengan dia? Walaupun itu ketidaksengajaan sekalipun padahal dia sudah satu provinsi dengan saya???

Saya tidak tahu jawabannya… Saya sedih. Sangat. Tapi, jika dengan tidak menghubungi saya akan membuat dia bahagia dan tenang, biarlah saya ikhlas. Jika dengan tidak melihat saya dia akan gembira, maka biarlah…
Tapi satu hal, dengan melihat namanya di berita itu, saya sudah bahagia. Setidaknya saya tahu karirnya sudah settle, setidaknya saya tahu dia sudah berhasil. Setidaknya saya tahu dia sudah di Sumbar dan dekat dengan keluarganya. Itu saja sudah membuat saya bahagia, itu saja sudah membuat saya tenang.Β Rabb, lindungi dia selalu. Dia adalah orang yang pernah saya sayangi. Walau bagaimanapun itu πŸ™‚

He, ini asli curahan hati gak penting dari saya, ya? Biarlah… ini sisi mellow saya mungkin. Semua manusia pasti punya sisi mellow kan ya? #hehe minta dukungan# Baiklaaah… semuanya, selamat weekend ya. Yang lagi sama orang2 tersayangnya (keluarga, pacar, teman) selamat menikmati malam Sabtu πŸ™‚ Jangan mellow2 seperti saya ya… hehe

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s